Kamis, 29 Januari 2009

Single Woman


Saya punya beberapa teman yang yang hingga kini belum juga menikah, kalau dilihat dari faktor wajah mungkin sebagian dari mereka adalah wanita yang good looking dan punya behaviour yang lumayan bagus. Kalau karir? Sebagian dari mereka juga cukup berhasil di bidang karir, bahkan mungkin bisa dibilang lebih dari saya. Saya ingat beberapa teman kuliah dan SMA yang hingga kini masih ada beberapa yang bisa saya kontak, beberapa dari mereka hingga kini masih jadi single woman.
Sebenarnya, usia kepala tiga sudah membuat mereka risau. Bukan karena apa, tapi karena mereka seringkali didesak oleh orangtua untuk segera menikah, sebagian mereka ada yang tidak begitu merisaukan desakan tersebut dan tetap ''be her self'' tetap fokus sama karirnya, seperti teman saya yang ada di Jakarta yang kini jadi asisten notaris di salah satu law firm. Dia wanita yang enerjik, tak peduli dengan omongan orang yang penting dia kejar karir dulu, saya sempat bertanya padanya sampai kapan mau jadi single woman, dia bilang buat apa dipaksain nikah sementara kita nggak sehati, akhirnya nanti bakal bikin rumah tangga jadi amburadul, mendingan gue fokus karir dulu, ortu ribet nanyain nikah ya biarin aja, masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Dia emang cuek banget, pedenya cukup tinggi.
Tapi ada juga teman saya yang jadi pusing tujuh keliling karena ditanyain kapan merrid sama ortunya, ''Pusing, San. Setiap hari pertanyaannya sama, kapan nikah, kalau emang udah mantap kenapa nggak buru-buru nikah,'' setiap hari kalimat itu aja yang keluar, katanya berkeluh kesah.
Sebenarnya, bukannya akunya nggak mau nikah, siapa sih yang nggak mau nikah punya anak dan menjalani kehidupan normaly orang, tapi yang mau kuajak nikah itu semuanya pada kabur. Kamu tau sendiri kami kadang sudah punya planning begini begitu tapi begitu mau jalan ada aja masalah yang timbul,'' katanya.
Kalau sudah begitu biasanya saya saranin dia buat sabar dan tetap keep going dan menyarankan dia untuk nggak berhenti berdoa. Tapi kadang saya juga kehilangan kata-kata untuk ngasih dia semangat karena permasalahannya ya cuma satu itu....:(
Kalau sudah begitu kadang kami cuma bisa tertawa (menertawakan hidup yang kadang tidak bersahabat...)
Jika melihat hal ini saya sadar ternyata saya adalah orang yang cukup beruntung, di usia kepala tiga yang katanya cukup matang dalam karir dan relationship. saya sudah menuntaskan masa lajang saya dan mengakhiri ke singelan saya. Dikaruniai suami yang penyayang dan baik hati, dan seorang puteri kecil yang imut dan pintar, yang selalu menyambut kepulangan kami dengan tawa dan senyum cerianya. Jika melihat teman-teman saya, mungkin sekarang merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia:)

Pada prinsipnya saya selalu bilang sama teman-teman saya, bahwa jika kita ingin mencari orang yang sempurna maka sepanjang hidup mungkin kita akan sulit menemukannya, mengapa tidak mencoba mencari orang yang biasa tapi bisa menjadikan hidup kita sempurna, kita bisa sempurna karena masing-masing kita tidak sempurna karena itu kita butuh orang lain yang melengkapinya sehingga kita menjadi orang yang sempurna...
Dan sebenarnya juga menjadi orang yang sempurna itu pasti sangat membosankan karena tidak ada tantangan dan tidak ada hal yang harus kita kerjakan untuk memperbaiki ketidaksempurnaan kita, dengan jadi tidak sempurna kita akan terus berusaha untuk menjadi sempurna yang membuat kita terus belajar dan selalu bersyukur.......
Saya bersyukur punya suami yang mencintai dan menyayangi saya sesuai dengan kemampuannya untuk mencintai saya, dan memiliki anak yang kini berusaha menjadi sempurna untuk belajar menjadi a human being.......I luv U my lovely husband and little star Kayla Senja Maharani.......(saya mungkin terlalu naif dan narsis ya, tapi kadang itu perlu untuk bisa menjadi sempurna:P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar